sel langerhans

sel langerhans

Diabetes Mellitus. Penyakit atau anomali ini demikian ditakuti oleh banyak orang. Terjadi karena tubuh tidak bisa otpimal mengolah gula darah menjadi energi. Pada penderita Diabetes Mellitus type I, penderita harus melakukan suntikan insulin setiap hari karena sel langerhahs pankreas tidak bisa memproduksi insulin. Sementara pada penderita Diabetes Mellitus Type II, suntikan insulin belum tentu diperlukan.

Soal suntikan insulin, biarlah para ahli medis yang menentukan. Tetapi marilah kita bahas sedikit tentang bagimana penderita sebaiknya mensikapi atau memanajemen pola hidupnya utamanya pola makannya. Tujun utamanya adalah untuk mempertahankan kadar gula darah agar tetap menjadi normal atau setidaknya mendekati.

salah satunya adalah olah raga yang cukup. Olah raga yang cukup setiap hari merupakan hal yang direkomendasikan. Setidaknya 30 menit sehari. Berikutnya adalah pola makan. Yang wajib dihindari adalah makan minum bahan makanan yang cepat meningkatkan kadar gula darah. Minuman yang manis baik d. ari gula alami apalagi dari pemanis buatan akan dengan cepat menaikkan kadar gula darah. Es krim dan minuman manis awetan adalah salah satu contohnya. Bahan makanan lain yang perlu diperhatikan dengan ketat adalah sumber sumber karbohidrat minim serat yang dapat dengan cepat berubah menjadi glukosa dan menjadi gula darah. Nasi, kentang, umbi-umbian adalah contohnya.

Yang bijaksana adalah mengkonsumsi sumber karbohidrat yang kaya akan serat. Beras merah, pepaya, apel, semangka, salak adalah beberapa contohnya. Makan 5 kali sehari dengan dosis mini akan sangat membantu proses mempertahankan gula darah agar tidak melonjak. Disamgping itu, bagi para Diabetes Mellitus Type II, mengkonsumsi jus kacang panjang atau buncis secara teratus 3 kali sehari akan merangsang sel langerhans pankreas untuk semakin aktif menghasil inila sulin.

Untuk para ibu, bila salah satu anggota keluarga terkena Diabietes Mellitus, biasanya kemudian membuat 2 jenis menu untuk makan keseharian. Satu untuk penderita dan satu lagi untuk yang masih bebas memakan apapun. Padahal apabila yang masih dikaruniai insulin normal ikut mengkikuti pola makan si penderita, ada 3 hal setidaknya yang bisa diperoleh. Pertama, penderita merasa mendapatkan simpati sehingga secara psikologis akan terbantu. Kedua, Pola makan yersebut akan tetap berakibat baik bagi yang masih sehat. Ketiga, si ibu ga perlu repot-repot membuat 2 jenis menu. Powered By : Crystal X